Kemampuan Membilang Pada Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Media Balok Cuisenaire

Main Article Content

Aprilia Wahyuning Fitri
Maemunah

Abstract

Anak usia dini merupakan usia emas atau the golden age yang sangat potensial untuk melatih dan mengembangkan potensi kecerdasan yang dimiliki. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan jenjang pendidikan sebelum pedidikan dasar yang ditujukan kepada anak sejak lahir atau usia 0-6 tahun. Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai salah satu bentuk pendidikan anak usia dini menyediakan program pendidikan bagi anak usia 4 sampai memasuki jenjang pendidikan dasar dengan program belajar yang telah disesuaikan dengan usia anak. Observasi di TK PMK Sari Nabati Kebumen menunjukkan bahwa kemampuan membilang 1-10 pada anak usia 4-5 tahun masih kurang. Dibuktikan ketika anak membilang banyaknya benda 1-10 persentase sebesar 38,33%.Proses belajar yang kurang menarik membuat anak cepat bosan, serta anak kurang terfokus dalam membilang. Hasil penelitian menggunakan media Balok cuisenare untuk proses pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan membilang pada anak meningkat. Menggunakan model pengembangan dari model Kemmis dan Mc Taggart dapat mencapai pada kriteria indikator penilaian yang diharapkan. Hasil siklus 1 meningkat dari pratindak sebesar 38,33% menjadi 66,11% dan meningkat pada siklus II menjadi 82,22%.


Kata Kunci: Kemampuan membilang, media balok cuisenaire, anak usia 4-5 tahun.


 


ABSTRACT

Early childhood is a golden age or the golden age which has the potential to train and develop the potential of intelligence possessed. Early Childhood Education (PAUD) is a level of education before basic education aimed at children from birth or ages 0-6 years. Kindergarten (TK) as a form of early childhood education provides educational programs for children aged 4 to enter the basic education level with learning programs that have been adapted to the child's age. Observations at the PMK Sari Nabati Kindergarten in Kebumen showed that the ability to say 1-10 in children aged 4-5 years was still lacking. It is proven when children say the number of objects is 1-10, the percentage is 38.33%. Less interesting learning process makes children bored quickly, and children are less focused in numbering. The results of the study using Cuisenare Block media for the learning process in improving children's numeracy skills. Using the development model of the Kemmis and Mc Taggart model can achieve the expected assessment indicator criteria. The results of the first cycle increased from the pre-action by 38.33% to 66.11% and increased in the second cycle to 82.22%.

Article Details

Section
Articles

References

References

Anwar. (2016). Meningkatkan Kemampuan Menghitung Luas Bangun Ruang Melalui Benda Konkret Sekitar Siswa Kelas Vi Sdn Talabiu Tahun Pelajaran 2011/2012. JIME, 2(1). Retrieved from http://dx.doi.org/10.1016/j.jplph.2009.07.006%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.neps.2015.06.001%0Ahttps://www.abebooks.com/Trease-Evans-Pharmacognosy-13th-Edition-William/14174467122/bd

Asmara, B. (2012). Penggunaan Media Ular Tangga Untuk Menimgkatkan Konsep Bilangan 1-10 Pada Anak Kelompok A TK Khadijah Kecamatan Wonokromo Surabaya. PAUD Teratai, 2(1).

Astuti, R. D. (2018). Pengaruh Penggunaan Media Balok Cuisenaire. Inovatif, 4(2), 92–114.

Astutik, P. (2018). Mengembangkan Kemampuan Mengenal Angka 1-10 Melalui Permainan Kartu Angka Pada Anak Didik Usia 3-4 Tahun Di Paud Terpadu Lestari Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun Ajaran 2012/2013.

Dewi, N. M. O., Wirya, I. N., & Asril, N. M. (2014). Penerapan Metode Bermain Berbantuan Media Balok. E-Journal PG PAUD Universitas Pendidikan Ganesha, 2(1), 1–10.

Fakhriyani, D. V. (2016). Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini. Wacana Didaktika, 4(2), 193–200. https://doi.org/10.31102/wacanadidaktika.4.2.193-200

Furi, A. Z. (2021). Meningkatkan Kemampuan Kognitif melalui Penerapan Metode Eksperimen Menggunakan Media Loose Parts pada Anak Kelompok B. Emphaty Cons-Journal of Guidance and Counseling, 1(2), 7–19.

Gandana, G., Pranata, O. H., & Danti, T. Y. (2017). Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan 1-10 melalui Media Balok Cuisenaire pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK At-Toyyibah. Jurnal Paud Agapedia, 1(1), 92–105. https://doi.org/10.17509/jpa.v1i1.7160

Gina Nurazizah, M. (2019). Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak melalui Permainan Balok Cuisenaire di Kelompok B kober Nurul Fuadah SKP. PAUD 0006. universitas Muhammadiyah Tasikmalaya.

Harahap, S. A., Dimyati, D., & Purwanta, E. (2021). Problematika Pembelajaran Daring dan Luring Anak Usia Dini bagi Guru dan Orang tua di Masa Pandemi Covid 19. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1825–1836. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1013

Hasanah, H. (2017). TEKNIK-TEKNIK OBSERVASI (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial). At-Taqaddum, 8(1), 21. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163

Hasanah, U. (2019). Penggunaan Alat Permainan Edukatif (Ape) Pada Taman Kanak-Kanak Se-Kota Metro. AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, 5(1), 20. https://doi.org/10.24235/awlady.v5i1.3831

Humairo, V. M., & Amelia, Z. (2021). Peningkatan Kemampuan Berhitung Awal Melalui Modifikasi Bentuk Permainan Congklak. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI), 3(1), 19. https://doi.org/10.36722/jaudhi.v3i1.589

Ibda, F. (2015). Perkembangan Kognitif: Teori Jean Piaget. Intelektualita, 3(1), 242904.

Laiya, S. W. (2018). Meningkatkan Kemampuan Membilang Angka Melalui Media Jam Pintar Pada Anak Kelompok B Tk Negeri Pembina Kec. Kota Selatan Kota Gorontalo. PEDAGOGIKA, 9(1), 88–98.

Lestari, P. I., & Prima, E. (2018). Permainan congklak dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun. Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, Dan Sosial Humaniora (SINTESA), 1(1).

Nasional, D. P. (2007). Pedoman Pembelajaran Bidang Pengembangan Kognitif di Taman Kanak-Kanak. Departemen Pendidikan Nasional.

Nurkhaffah, P. S., & Mulyati, E. (2019). Upaya Meningkatkan Minat Belajar Matematika Peserta Didik Kelas X Tkr B Smk N 1 Sedayu Melalui Strategi React Model Meaningful Instructional Design. Prosiding Sendika, 5(1), 236–245. Retrieved from http://eproceedings.umpwr.ac.id/index.php/sendika/article/view/782

Putri, D., & R, S. (2019). Korelasi Keterampilan Membaca Teks Laporan Hasil Observasi Dan Keterampilan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Siswa Kelas Vii Smp Negeri 21 Padang. Pendidikan Bahasa Indonesia, 8(2), 86. https://doi.org/10.24036/104519-019883

Qolbiyah, S. M. M. (2019). Peningkatan Kemampuan Membilang Melalui Permainan Balok Cuisenair. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SERANG BANTEN.

Rakimahwati, Lestari, N. A., & Hartati, S. (2018). Pengaruh Kirigami terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak di Taman Kanak-Kanak. 2(1), 102–110.

Rasyid, H., Mansyur, & Suratno. (2009). Asesmen Perkembangan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Multi Pressindo.

Sandyprihati, D., Rasmani, U. E. E., & Hafidah, R. (2021). Efektivitas Penggunaan Media Balok Cuisenaire Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Lambang Bilangan Pada Anak Usia 4-5 Tahun. VISI: Jurnal Ilmiah PTK PNF, 16(1), 69–74.

Sudarsana, I. K. (2017). Membentuk Karakter Anak Sebagai Generasi Penerus Bangsa Melalui Pendidikan Anak Usia Dini. Purwadita, 1(1), 41–48.

Suhendro, E. (2020). Strategi Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini di Masa Pandemi Covid-19. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 5(3), 133–140. https://doi.org/10.14421/jga.2020.53-05

Sujiono. (2009). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: PT Indeks.

Sulistiati, N. (2015). Meningkatkan kemampuan membilang 1-10 melalui metode bermain kartu angka pada anak kelompok A3 di TK ABA Ketanggungan Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta.

Suryana, D. (2017). Pembelajaran Tematik Terpadu Berbasis Pendekatan Saintifik di Taman Kanak-Kanak. Pendidikan Usia Dini, 6, 67–82.

Suyatno. (2005). Pembelajaran untuk anak TK. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Uce, L. (2017). The golden age: Masa efektif merancang kualitas anak. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 1(2), 77–92.

Umayah, Juhri, Muqdamien, B., Fauzia, W., & Qolbiyah, S. M. M. (2021). Penggunaan Balok Cuiseniare Untuk Media Pengenalan Bilangan Bagi Anak Usia Dini. Junral Intersection, 6(1).

Vitaloka, W. (2020a). Penggunaan Balok Cuisenaire dalam Mengembangkan Kemampuan Berhitung Anak di Taman Kanak-Kanak Ibunda Kubang Kabupaten Kerinci. Jurnal Mitra Pendidikan, 4(1), 1–9. Retrieved from http://www.e-jurnalmitrapendidikan.com/index.php/e-jmp/article/view/737/473

Vitaloka, W. (2020b). Penggunaan Balok Cuisenaire Dalam Mengembangkan Kemampuan Berhitung Anak Di Taman Kanak-Kanak Ibunda Kubang Kabupaten Kerinci. E-Jurnal Mitra Pendidikan, 4(2), 38–51.

Vitianingsih, A. V. (2016). Game Edukasi Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi Dan Komunikasi, 1(1), 1–9.

Widayati, A. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. JURNAL PENDIDIKAN AKUNTANSI INDONESIA Vol. VI No. 1 – Tahun 2008 Hal. 87 - 93 PENELITIAN, VI(1), 87–93.

Yanti, M. P. (2014). Pengembangan Kemampuan Membilang Melalui Kegiatan Bermain Dengan Benda-Benda Konkrit Di Paud Muara Indah Di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Institut Agama Islam Negeri Bengkulu.